Berbuka puasa sunnah di Masjidil Haram adalah pengalaman ibadah yang berkesan. Suasana menjelang Maghrib biasanya dipenuhi jamaah yang duduk rapi, menyiapkan kurma dan air, lalu menunggu azan dengan penuh harap.
Puasa sunnah yang dilakukan di Tanah Suci bisa berupa puasa Senin Kamis, ayyamul bidh, atau puasa sunnah lain yang sesuai tuntunan. Saat waktu Maghrib masuk, berbuka sebaiknya dilakukan dengan tenang, tidak berebut tempat, dan tetap memperhatikan kebersihan area masjid.
Doa berbuka puasa menjadi pengingat bahwa ibadah tidak selesai hanya dengan menahan lapar. Puasa mengajarkan tunduk kepada Allah, menjaga diri, dan mensyukuri nikmat yang terlihat sederhana seperti seteguk air dan sebutir kurma.
Membaca Basmalah Sebelum Makan dan Minum
Sebelum menyantap kurma atau meminum air, bacaan paling sederhana yang bisa diamalkan adalah basmalah. Bacaan ini menjadi pembuka makan dan minum seorang muslim.
Arab
بِسْمِ اللَّهِ
Latin
Bismillah.
Artinya
Dengan nama Allah.
Basmalah dibaca sebelum mulai berbuka. Setelah itu, jamaah bisa memakan kurma atau meminum air secukupnya, lalu melanjutkan doa berbuka puasa.
Doa Setelah Berbuka Puasa
Doa yang masyhur dari hadis dibaca setelah berbuka. Lafaz ini sangat sesuai dibaca sesudah minum air atau makan kurma, karena maknanya menggambarkan rasa haus yang telah hilang dan harapan pahala dari Allah.
Arab
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru in sya Allah.
Artinya
Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.
Doa ini pendek dan mudah dihafal. Di Masjidil Haram yang suasananya padat, doa seperti ini dapat dibaca pelan setelah berbuka tanpa mengganggu jamaah lain.
Doa Memohon Puasa Diterima
Setelah berbuka, jamaah juga dapat membaca doa dengan permohonan agar puasa dan ibadah diterima. Doa berikut bukan bacaan yang wajib, tetapi maknanya baik untuk dimunajatkan.
Arab
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا
Latin
Allahumma taqabbal minna shiyamana wa qiyamana wa shaliha a‘malina.
Artinya
Ya Allah, terimalah puasa kami, salat malam kami, dan amal-amal saleh kami.
Permohonan diterimanya amal sangat penting, karena nilai ibadah tidak hanya pada selesainya puasa, tetapi pada diterimanya puasa oleh Allah.
BACA JUGA: Niat Puasa Senin Kamis Saat Sedang Umrah
Adab Berbuka di Masjidil Haram
Berbuka di Masjidil Haram perlu dilakukan dengan tertib. Area masjid dipakai oleh banyak jamaah dari berbagai negara, sehingga adab bersama harus lebih diperhatikan.
Beberapa adab yang baik dijaga:
- Datang lebih awal bila ingin mendapat tempat yang nyaman.
- Membawa makanan ringan secukupnya.
- Mengutamakan kurma dan air agar tidak repot saat azan tiba.
- Tidak meninggalkan sampah di area salat.
- Tidak mengambil makanan lebih dari kebutuhan.
- Memberi ruang bagi jamaah lansia atau yang membawa anak.
- Mengikuti arahan petugas masjid.
- Tidak membuat antrean atau kerumunan yang mengganggu jalur jamaah.
Makanan berbuka di Tanah Suci sering terasa istimewa bukan karena banyaknya hidangan, tetapi karena suasana syukur yang hadir bersama azan Maghrib.
Setelah Berbuka Ringan Sebelum Salat Maghrib
Saat azan Maghrib berkumandang, berbuka dapat dilakukan dengan kurma dan air terlebih dahulu. Setelah itu, jamaah bersiap mengikuti salat Maghrib berjamaah. Makan besar sebaiknya dilakukan setelah salat agar tidak terburu-buru dan tidak mengganggu kekhusyukan.
Pola sederhana ini membantu tubuh mendapat energi tanpa membuat perut terlalu penuh. Ibadah Maghrib tetap dapat dilakukan dengan ringan, lalu makan dapat dilanjutkan setelah salat selesai.
Jika Tidak Membawa Kurma atau Air
Tidak membawa kurma atau air bukan masalah besar. Berbuka dapat dilakukan dengan makanan atau minuman halal yang tersedia. Bila belum ada makanan sama sekali saat azan tiba, niat berbuka tetap sudah masuk ketika waktu Maghrib datang, lalu makanan bisa dicari setelahnya.
Di Masjidil Haram, sering ada jamaah atau petugas yang membagikan kurma dan air. Jika mendapat bagian, ambil secukupnya. Jika tidak mendapat bagian, tetap tenang karena inti berbuka adalah masuknya waktu Maghrib dan rasa syukur kepada Allah.
Penutup
Doa saat berbuka puasa sunnah di Tanah Suci membantu jamaah menutup ibadah puasa dengan rasa syukur. Di Masjidil Haram, momen Maghrib terasa sangat kuat karena ribuan jamaah berbuka bersama dalam suasana yang tertib dan khusyuk.
Bacaan basmalah sebelum makan, doa setelah berbuka, dan permohonan agar amal diterima sudah cukup untuk menghidupkan momen tersebut. Yang paling penting adalah menjaga adab, tidak berlebihan dalam makanan, dan tetap bersiap mengikuti salat Maghrib berjamaah dengan hati yang tenang.









