Doa Saat Sa’i untuk Orang Tua yang Sedang Sakit

Doa Saat Sa’i untuk Orang Tua yang Sedang Sakit

Sa’i adalah salah satu rangkaian penting dalam ibadah umrah dan haji. Di antara perjalanan dari Safa ke Marwah, banyak jemaah memanfaatkan waktu ini untuk memperbanyak zikir, membaca doa, dan menyampaikan hajat pribadi kepada Allah.

Salah satu doa yang sangat layak dibaca saat sa’i adalah doa untuk orang tua yang sedang sakit. Tidak ada bacaan khusus yang wajib dibaca untuk kondisi ini, sehingga jemaah boleh berdoa dengan doa dari Al-Qur’an, doa yang diajarkan Nabi, maupun doa dengan bahasa sendiri.

Doa Saat Sa’i untuk Orang Tua yang Sedang Sakit

Doa berikut dapat dibaca saat berjalan antara Safa dan Marwah. Lafaznya berisi permohonan agar Allah mengangkat penyakit, memberi kesembuhan, dan menjaga orang tua dalam rahmat-Nya.

Arab

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ أَبِي وَأُمِّي، أَنْتَ الشَّافِي، لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin

Allahumma rabbannas, adzhibil ba’sa, isyfi abi wa ummi, antasy-syafi, la syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqama.

Artinya

Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah ayah dan ibuku. Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.

Jika yang Sakit Hanya Ayah atau Ibu

Agar doa terasa lebih sesuai, lafaznya bisa disesuaikan dengan kondisi orang tua yang sedang sakit.

Untuk ayah, baca:

اللَّهُمَّ اشْفِ أَبِي شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma isyfi abi syifa’an la yughadiru saqama.

Artinya, Ya Allah, sembuhkanlah ayahku dengan kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.

Untuk ibu, baca:

اللَّهُمَّ اشْفِ أُمِّي شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma isyfi ummi syifa’an la yughadiru saqama.

Artinya, Ya Allah, sembuhkanlah ibuku dengan kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.

Doa untuk Orang Tua dari Al-Qur’an

Selain memohon kesembuhan, jemaah juga dapat membaca doa yang sangat masyhur untuk kedua orang tua. Doa ini pendek, mudah dihafal, dan sangat baik dibaca berulang kali saat sa’i.

Arab

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Latin

Rabbirhamhuma kama rabbayani shaghira.

Artinya

Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.

Doa ini dapat dibaca sambil menghadirkan wajah orang tua dalam hati. Ingat kembali lelah mereka, kasih sayang mereka, dan semua pengorbanan yang sering kali tidak sempat terbalas dengan sempurna.

Doa Nabi Ayyub untuk Memohon Pertolongan Saat Sakit

Ketika berdoa untuk orang tua yang sedang sakit, doa Nabi Ayyub juga bisa dibaca. Doa ini menggambarkan kepasrahan seorang hamba ketika menghadapi ujian penyakit.

Arab

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Latin

Anni massaniyadh-dhurru wa anta arhamur-rahimin.

Artinya

Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.

Doa ini singkat, tetapi maknanya dalam. Saat dibaca ketika sa’i, hati diajak untuk tidak hanya meminta kesembuhan, tetapi juga menyerahkan seluruh urusan kepada kasih sayang Allah.

Doa Pendek Saat Sa’i untuk Kesembuhan Orang Tua

Bagi jemaah yang ingin membaca doa yang lebih mudah, doa berikut bisa dibaca berulang-ulang sepanjang perjalanan sa’i.

Arab

يَا اللَّهُ، اشْفِ وَالِدَيَّ، وَارْحَمْهُمَا، وَاحْفَظْهُمَا بِرَحْمَتِكَ

Latin

Ya Allah, isyfi walidayya, warhamhuma, wahfazh-huma birahmatika.

Artinya

Ya Allah, sembuhkanlah kedua orang tuaku, sayangilah keduanya, dan jagalah keduanya dengan rahmat-Mu.

Doa ini cocok dibaca saat tubuh mulai lelah berjalan. Pada momen seperti itu, rasa letih bisa menjadi pengingat kecil tentang besarnya perjuangan orang tua dalam merawat dan membesarkan anak-anaknya.

Cara Membaca Doa Saat Sa’i

Doa untuk orang tua yang sedang sakit bisa dibaca kapan saja selama sa’i. Tidak harus menunggu titik tertentu, tidak harus dengan suara keras, dan tidak perlu merasa khawatir jika belum hafal seluruh lafaz Arabnya.

Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Membaca doa setelah memulai sa’i dari Bukit Safa.
  • Mengulang doa pendek saat berjalan menuju Marwah.
  • Membaca doa dengan bahasa Indonesia jika belum lancar membaca Arab.
  • Menyebut nama ayah atau ibu di dalam doa.
  • Menutup doa dengan shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

Yang paling penting adalah menghadirkan hati. Sa’i bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Setiap langkah bisa menjadi tempat menitipkan harapan kepada Allah.

Adab Berdoa Saat Sa’i untuk Orang Tua

Agar doa terasa lebih khusyuk, perhatikan beberapa adab sederhana berikut.

  1. Awali dengan memuji Allah.
  2. Baca shalawat kepada Nabi Muhammad saw.
  3. Berdoa dengan rendah hati dan penuh harap.
  4. Tidak tergesa-gesa saat meminta.
  5. Yakin bahwa Allah mendengar setiap doa.
  6. Terima apa pun ketetapan Allah dengan hati yang lapang.

Saat mendoakan orang tua, jangan hanya meminta kesembuhan fisik. Mintakan juga ketenangan hati, ampunan dosa, kekuatan menjalani sakit, dan akhir kehidupan yang baik.

Contoh Doa Lengkap Saat Sa’i untuk Orang Tua yang Sakit

Berikut contoh doa yang bisa dibaca setelah doa-doa pendek di atas.

Arab

اللَّهُمَّ اشْفِ وَالِدَيَّ، وَعَافِهِمَا، وَارْفَعْ دَرَجَتَهُمَا، وَاجْعَلْ مَرَضَهُمَا كَفَّارَةً لِذُنُوبِهِمَا، وَارْزُقْهُمَا صَبْرًا جَمِيلًا، وَطُمَأْنِينَةً فِي الْقَلْبِ، وَقُوَّةً فِي الْبَدَنِ، وَرَحْمَةً مِنْ عِنْدِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Latin

Allahumma isyfi walidayya, wa ‘afihima, warfa’ darajatahuma, waj’al maradhahuma kaffaratan lidzunubihima, warzuqhuma shabran jamilan, wa thuma’ninatan fil qalbi, wa quwwatan fil badan, wa rahmatan min ‘indika ya arhamar-rahimin.

Artinya

Ya Allah, sembuhkanlah kedua orang tuaku. Berilah mereka kesehatan, angkatlah derajat mereka, dan jadikan sakit mereka sebagai penghapus dosa. Karuniakan kepada mereka kesabaran yang indah, ketenangan dalam hati, kekuatan pada tubuh, dan rahmat dari sisi-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.

Penutup

Mendoakan orang tua saat sa’i adalah salah satu bentuk bakti yang indah. Ketika kaki melangkah dari Safa ke Marwah, hati dapat terus terhubung kepada Allah dengan membawa nama orang tua dalam doa.

Tidak harus panjang. Tidak harus sempurna dalam lafaz. Doa yang keluar dari hati seorang anak untuk orang tuanya tetap bernilai besar di sisi Allah. Bacalah dengan yakin, lembut, dan penuh harap agar Allah memberi kesembuhan, ketenangan, serta rahmat terbaik untuk orang tua yang sedang sakit.

Nando Rifky

Nando Rifky

Penulis di Tabinatour, Freelancer, Website Manager, SEO Enthusiast. Portfolio: NandoRifky.web.id

Articles: 53
Butuh Bantuan?