Doa Ketika Memulai Sa’i dari Safa agar Ibadah Diterima

Doa Ketika Memulai Sa’i dari Safa agar Ibadah Diterima

Sa’i dimulai dari Safa, bukan dari Marwah. Ketika jamaah mendekati Safa, bacaan yang dianjurkan adalah membaca ayat tentang Safa dan Marwah, lalu mengucapkan kalimat bahwa ibadah dimulai dari tempat yang Allah sebutkan lebih dahulu.

Bacaan ini merujuk pada praktik Rasulullah ﷺ dalam riwayat Jabir bin Abdullah. Dalam riwayat tersebut, ketika Nabi ﷺ mendekati Safa, beliau membaca ayat Al-Baqarah 158, lalu berkata bahwa beliau memulai dari apa yang Allah mulai. Setelah naik ke Safa dan menghadap kiblat, beliau bertahlil, bertakbir, berdzikir, dan berdoa.

Bacaan Ketika Mulai Sa’i dari Safa

Arab

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ

أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

Latin

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh.

Abda’u bimā bada’allāhu bih.

Artinya

Sesungguhnya Safa dan Marwah termasuk syiar-syiar Allah.

Aku memulai dengan apa yang Allah mulai.

Bacaan pertama diambil dari penggalan Surah Al-Baqarah ayat 158. Ayat lengkapnya menjelaskan bahwa Safa dan Marwah termasuk syiar Allah, serta tidak ada dosa bagi orang yang berhaji atau berumrah untuk melakukan sa’i di antara keduanya.

Dzikir di Atas Safa Setelah Memulai Sa’i

Setelah membaca bacaan pembuka sa’i, jamaah naik atau berdiri menghadap kiblat di area Safa. Di sini disunnahkan membaca takbir, tahlil, dan doa.

Arab

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Latin

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.

Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

Lā ilāha illallāhu waḥdah, anjaza wa‘dah, wa naṣara ‘abdah, wa hazamal-aḥzāba waḥdah.

Artinya

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan milik-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

Tidak ada Tuhan selain Allah semata. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan musuh sendirian.

Dalam riwayat Sahih Muslim, Nabi ﷺ membaca dzikir ini di Safa, kemudian berdoa di sela-selanya. Hal yang sama beliau lakukan ketika berada di Marwah.

Doa agar Sa’i dan Ibadah Diterima

Tidak ada satu lafaz khusus yang wajib dibaca dengan redaksi “doa agar sa’i diterima”. Karena itu, setelah membaca dzikir yang disunnahkan di Safa, jamaah boleh memanjatkan doa dengan bahasa yang dipahami.

Salah satu doa terbaik untuk memohon agar amal diterima adalah doa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ketika meninggikan pondasi Baitullah.

Arab

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Latin

Rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī‘ul-‘alīm.

Artinya

Ya Tuhan kami, terimalah amal dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Doa ini ringkas, tetapi maknanya sangat dekat dengan kebutuhan jamaah yang sedang beribadah. Sa’i bukan hanya perjalanan dari Safa ke Marwah. Di dalamnya ada pengakuan kelemahan manusia, harapan kepada rahmat Allah, dan permohonan agar setiap langkah tidak sia-sia.

Urutan Singkat Membaca Doa di Safa

Agar lebih mudah diamalkan, berikut urutan yang bisa diikuti saat memulai sa’i.

  1. Mendekati atau berada di Safa.
  2. Membaca ayat “Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh”.
  3. Membaca “Abda’u bimā bada’allāhu bih”.
  4. Menghadap kiblat jika memungkinkan.
  5. Membaca takbir dan tahlil.
  6. Membaca dzikir “Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah”.
  7. Berdoa dengan permohonan pribadi.
  8. Mengulangi dzikir dan doa tersebut.
  9. Mulai berjalan menuju Marwah.

Bagi jamaah yang belum hafal seluruh dzikir panjang, tidak perlu panik. Bacaan pembuka sa’i tetap bisa dibaca perlahan. Setelah itu, perbanyak doa yang mudah, seperti memohon ampunan, kelancaran ibadah, keselamatan keluarga, dan diterimanya umrah atau haji.

Contoh Doa Pribadi Saat di Safa

Selain doa dari Al-Qur’an di atas, jamaah juga bisa membaca doa pribadi berikut.

Arab

اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ سَعْيِي، وَاغْفِرْ ذَنْبِي، وَارْحَمْ ضَعْفِي، وَاجْعَلْ عُمْرَتِي مَبْرُورَةً وَسَعْيِي مَشْكُورًا

Latin

Allāhumma taqabbal sa‘yī, waghfir dzanbī, warḥam ḍa‘fī, waj‘al ‘umratī mabrūrah wa sa‘yī masykūrā.

Artinya

Ya Allah, terimalah sa’iku, ampunilah dosaku, rahmatilah kelemahanku, dan jadikan umrahku sebagai umrah yang mabrur serta sa’iku sebagai amal yang Engkau terima.

Doa ini bukan doa khusus yang berasal dari hadis tertentu. Namun, maknanya baik dan boleh dibaca sebagai doa pribadi, selama tidak diyakini sebagai bacaan wajib atau satu-satunya bacaan resmi saat sa’i.

Makna Memulai Sa’i dari Safa

Memulai sa’i dari Safa mengajarkan ketertiban dalam ibadah. Safa disebut lebih dahulu dalam Al-Qur’an, lalu Rasulullah ﷺ memulai sa’i dari sana. Ini menunjukkan bahwa ibadah tidak hanya soal semangat, tetapi juga mengikuti tuntunan.

Di sisi lain, sa’i mengingatkan jamaah pada kesungguhan. Setiap perjalanan antara Safa dan Marwah membawa pesan bahwa ikhtiar dan doa tidak boleh dipisahkan. Kaki terus melangkah, sementara hati tetap bergantung kepada Allah.

Karena itu, doa di Safa sebaiknya tidak dibaca terburu-buru. Ambil jeda sebentar. Hadapkan hati kepada Allah. Minta agar ibadah diterima, dosa diampuni, dan perjalanan pulang membawa perubahan yang lebih baik.

Kesimpulan

Doa ketika memulai sa’i dari Safa diawali dengan membaca “Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā’irillāh” dan “Abda’u bimā bada’allāhu bih”. Setelah itu, jamaah dianjurkan membaca takbir, tahlil, dzikir, lalu berdoa.

Untuk memohon agar ibadah diterima, doa “Rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī‘ul-‘alīm” sangat baik dibaca. Doa ini bersumber dari Al-Qur’an dan berisi permohonan yang paling dibutuhkan oleh setiap orang yang sedang beribadah.

Yang paling penting, sa’i dilakukan dengan hati yang hadir. Bacaan Arab, latin, dan arti membantu lisan melafalkan doa. Namun, kekhusyukan dan kejujuran hati tetap menjadi ruh dari ibadah itu sendiri.

Nando Rifky

Nando Rifky

Penulis di Tabinatour, Freelancer, Website Manager, SEO Enthusiast. Portfolio: NandoRifky.web.id

Articles: 53
Butuh Bantuan?