Doa Saat Sa’i untuk Memohon Keturunan Sholeh dan Sholehah

Doa Saat Sa’i untuk Memohon Keturunan Sholeh dan Sholehah

Sa’i bukan hanya rangkaian perjalanan dari Shafa ke Marwah. Di balik langkah yang berulang itu, ada pelajaran besar tentang harapan, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah.

Ibadah ini mengingatkan pada perjuangan Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail kecil. Karena itu, banyak jamaah menjadikan momen sa’i sebagai waktu untuk memperbanyak doa, termasuk memohon keturunan yang sholeh dan sholehah.

Secara khusus, tidak ada doa wajib yang harus dibaca saat sa’i untuk meminta anak. Namun, jamaah boleh membaca doa apa pun yang baik, termasuk doa dari Al-Qur’an untuk memohon keturunan yang baik, taat, dan membawa keberkahan bagi keluarga.

Doa Saat Sa’i Memohon Keturunan Sholeh dan Sholehah

Salah satu doa yang sangat baik dibaca saat sa’i adalah doa Nabi Zakaria dalam Al-Qur’an.

1. Doa Memohon Keturunan yang Baik

Arab

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Latin

Rabbi hab lī mil ladunka dzurriyyatan ṭayyibah, innaka samī‘ud du‘ā’.

Artinya

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Doa ini berasal dari Surah Ali Imran ayat 38. Lafaznya pendek, tetapi maknanya sangat dalam. Bukan hanya meminta anak, melainkan meminta keturunan yang baik menurut pandangan Allah.

Kata dzurriyyatan thayyibah mencakup anak yang bersih hatinya, baik akhlaknya, kuat imannya, dan membawa kebaikan bagi orang tua.

Doa Agar Diberi Anak yang Sholeh

Saat berjalan antara Shafa dan Marwah, doa berikut juga bisa dibaca. Lafaznya diambil dari doa Nabi Ibrahim.

2. Doa Memohon Anak yang Termasuk Orang Sholeh

Arab

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Latin

Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn.

Artinya

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang sholeh.”

Doa ini terdapat dalam Surah Ash-Shaffat ayat 100. Kalimatnya singkat dan mudah dihafal, sehingga cocok dibaca berulang kali saat sa’i.

Bagi pasangan yang sedang menanti buah hati, doa ini bisa menjadi ungkapan harapan yang lembut. Bagi yang sudah memiliki anak, doa ini tetap relevan agar anak-anak tumbuh dalam keshalihan.

Doa Agar Keluarga Menjadi Penyejuk Hati

Memohon keturunan tidak berhenti pada kehadiran anak. Lebih dari itu, setiap orang tua tentu berharap anaknya menjadi penyejuk hati, bukan sumber kegelisahan.

3. Doa Memohon Keluarga yang Menenangkan Hati

Arab

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

Latin

Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yun, waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā.

Artinya

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Doa ini terdapat dalam Surah Al-Furqan ayat 74. Doa ini sangat indah dibaca saat sa’i karena mencakup permohonan keluarga yang utuh, pasangan yang baik, anak yang menenangkan hati, serta kehidupan yang dekat dengan takwa.

Cara Membaca Doa Ini Saat Sa’i

Doa memohon keturunan sholeh dan sholehah bisa dibaca kapan saja selama sa’i. Tidak harus pada putaran tertentu, tidak harus dengan jumlah tertentu, dan tidak harus dengan suara keras.

Agar lebih khusyuk, doa bisa dibaca dengan cara berikut.

  1. Mulai sa’i dengan hati yang tenang.
  2. Perbanyak zikir, istighfar, dan shalawat.
  3. Saat berjalan, baca salah satu doa di atas.
  4. Ketika merasa sangat ingin berdoa dengan bahasa sendiri, sampaikan kepada Allah dengan jujur.
  5. Tutup dengan doa kebaikan dunia dan akhirat.

Doa dalam bahasa sendiri tetap boleh dibaca. Misalnya memohon agar Allah memberi anak yang sehat, lembut hatinya, mencintai Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, dan menjadi sebab kebaikan bagi banyak orang.

Contoh Doa Pribadi Saat Sa’i untuk Memohon Keturunan

Selain membaca doa dari Al-Qur’an, jamaah juga bisa menambahkan doa pribadi seperti berikut.

Arab

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا ذُرِّيَّةً صَالِحَةً وَصَالِحَةً، بَارَّةً بِوَالِدَيْهَا، مُحِبَّةً لِكِتَابِكَ، وَاجْعَلْهَا قُرَّةَ عَيْنٍ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Latin

Allāhumma-rzuqnā dzurriyyatan ṣāliḥatan wa ṣāliḥah, bārratan biwālidayhā, muḥibbatan likitābik, waj‘alhā qurrata ‘aynin lanā fid-dunyā wal-ākhirah.

Artinya

“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keturunan yang sholeh dan sholehah, yang berbakti kepada kedua orang tuanya, mencintai kitab-Mu, dan jadikanlah ia penyejuk mata bagi kami di dunia dan akhirat.”

Doa ini bisa dibaca saat sa’i, setelah shalat, ketika sujud, atau pada waktu-waktu mustajab lainnya. Yang terpenting bukan panjangnya lafaz, tetapi hadirnya hati ketika meminta kepada Allah.

Makna Sa’i bagi Orang yang Menanti Keturunan

Sa’i mengajarkan bahwa doa dan usaha berjalan bersama. Hajar tidak hanya menunggu pertolongan Allah, tetapi juga bergerak dari Shafa ke Marwah dengan penuh harap. Pada akhirnya, pertolongan Allah datang dari arah yang tidak terduga.

Bagi pasangan yang sedang berikhtiar mendapatkan keturunan, sa’i bisa menjadi momen untuk menguatkan hati. Ada doa yang dipanjatkan. Ada air mata yang mungkin jatuh diam-diam. Ada harapan yang dibawa dalam setiap langkah.

Tidak semua doa dijawab dengan cara yang langsung terlihat. Namun, setiap doa yang tulus tidak pernah sia-sia di sisi Allah.

Penutup

Doa saat sa’i untuk memohon keturunan sholeh dan sholehah bisa diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an, seperti doa Nabi Zakaria, doa Nabi Ibrahim, dan doa dalam Surah Al-Furqan. Doa-doa tersebut mengajarkan bahwa yang diminta bukan sekadar hadirnya anak, melainkan keturunan yang baik, beriman, berakhlak, dan menjadi penyejuk hati.

Saat menjalani sa’i, bacalah doa dengan penuh harap. Sertakan ikhtiar, sabar, dan prasangka baik kepada Allah. Sebab Allah Maha Mendengar setiap doa, termasuk doa yang dipanjatkan pelan di antara Shafa dan Marwah.

Nando Rifky

Nando Rifky

Penulis di Tabinatour, Freelancer, Website Manager, SEO Enthusiast. Portfolio: NandoRifky.web.id

Articles: 77
Butuh Bantuan?