Shalat fardhu lima waktu adalah tiang agama dan bentuk komunikasi paling intim antara seorang hamba dengan Allah SWT. Agar komunikasi tersebut bernilai sempurna dan penuh kekhusyukan, Islam mengajarkan berbagai amalan sunnah di dalam shalat, salah satunya adalah membaca doa Iftitah atau Istiftah.
Secara bahasa, Iftitah berarti pembukaan. Sesuai dengan namanya, doa ini dibaca tepat setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surah Al-Fatihah pada rakaat pertama. Membaca doa Iftitah bagaikan mengetuk pintu langit, memuji kebesaran Allah, sekaligus merendahkan diri kita sebelum memohon petunjuk di dalam Al-Fatihah.
Meski hukum membacanya adalah sunnah hai’ah (jika terlewat shalat tetap sah dan tidak perlu sujud sahwi), meninggalkan amalan ini tentu membuat kita kehilangan pahala yang sangat besar. Menariknya, Rasulullah SAW mengajarkan lebih dari satu macam doa Iftitah.
Bagi Anda yang ingin memperkaya bacaan shalat dan mencari makna yang paling menyentuh hati, berikut adalah 3 macam doa Iftitah (Arab, Latin, dan artinya) yang shahih dan paling umum diamalkan oleh umat Islam di Indonesia.
1. Doa Iftitah “Allahu Akbar Kabira” (Pujian Kebesaran Allah)
Doa pertama ini sangat populer dan merupakan bacaan yang paling banyak diajarkan di sekolah-sekolah maupun pesantren di Indonesia, khususnya di kalangan penganut Mazhab Syafi’i (seperti mayoritas Nahdlatul Ulama).
Doa ini menitikberatkan pada puji-pujian yang mengagungkan kebesaran Allah SWT tanpa batas, baik di waktu pagi maupun petang.
Bacaan Arab: اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
Bacaan Latin: Allahu akbar kabiira, walhamdu lillaahi katsiira, wa subhaanallahi bukratan wa ashiilaa.
Artinya: “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.” (HR. Muslim)
Keistimewaan: Dalam sebuah riwayat dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, ketika ada seorang sahabat yang membaca doa ini dalam shalatnya, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau takjub kepadanya karena “pintu-pintu langit terbuka karenanya.”
2. Doa Iftitah “Wajjahtu Wajhiya” (Ikrar Ketauhidan dan Kepasrahan)
Dalam praktiknya di Indonesia, doa Allahu Akbar Kabira sering kali langsung disambung dengan bacaan Wajjahtu Wajhiya (atau doa Tawajjuh). Doa ini bersumber dari riwayat Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan mencerminkan ikrar tauhid yang sangat dalam, penyerahan diri secara total, hidup dan mati hanya untuk Allah.
Bacaan Arab: وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ. إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Bacaan Latin: Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wa maa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariika lahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
Artinya: “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku adalah bagian dari orang-orang muslim.” (HR. Muslim)
Keistimewaan: Membaca doa ini melatih batin kita untuk kembali memfokuskan niat. Segala penat urusan duniawi dilepaskan, menyadarkan kita bahwa pada akhirnya, semua aspek kehidupan bermuara pada keridhaan Allah semata.
3. Doa Iftitah “Allahumma Baa’id” (Permohonan Ampunan Dosa)
Doa Iftitah yang ketiga ini sangat ringkas dan berfokus pada pertobatan. Bacaan ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah dan sangat umum dipraktikkan oleh saudara-saudara kita di Muhammadiyah.
Makna doa ini sangat puitis, mengibaratkan keinginan kita untuk dijauhkan dari dosa sejauh jarak antara ufuk Timur dan ufuk Barat, serta disucikan sebersih pakaian putih dari kotoran.
Bacaan Arab: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ
Bacaan Latin: Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilnii min khathaayaaya bits tsalji wal maa’i wal barad.
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan embun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keistimewaan: Doa ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang merasa sedang banyak melakukan kekhilafan. Melafalkannya di awal shalat memberikan rasa sejuk di hati, membawa harapan besar akan ampunan Allah SWT sebelum kita melangkah ke bacaan shalat berikutnya.
Mengapa Kita Perlu Menghafal Makna Doa Iftitah?
Sering kali, shalat kita terasa hampa dan sekadar rutinitas menggugurkan kewajiban karena kita hanya melafalkan kata-kata tanpa memahami artinya. Dengan mengetahui terjemahan dan makna dari ketiga doa Iftitah di atas, pikiran yang tadinya melayang memikirkan pekerjaan, keluarga, atau masalah hidup, dapat langsung ditarik kembali pada kesadaran penuh (khusyuk).
Pemahaman bacaan shalat adalah fondasi penting untuk meningkatkan kualitas spiritual kita. Ketika kualitas shalat lima waktu kita sudah mulai membaik, secara alami, akan muncul kerinduan di dalam hati untuk meningkatkan level ibadah kita ke tingkat yang lebih tinggi, seperti menjadi tamu Allah di Baitullah melalui ibadah Umrah maupun Haji.
Wujudkan Kerinduan Ibadah ke Tanah Suci Bersama Tabina Tour Travel
Menyempurnakan ibadah shalat sehari-hari adalah langkah awal yang luar biasa. Jika hati Anda kini mulai terpanggil untuk bersujud langsung di depan Ka’bah dan melantunkan doa-doa Iftitah ini di Raudhah, Masjid Nabawi, maka merencanakan perjalanan suci dengan matang adalah kewajiban.
Memilih biro perjalanan yang mengutamakan nilai-nilai kekhusyukan dan ketenangan batin sangatlah krusial. Tabina Tour Travel, biro perjalanan Umrah & Haji Khusus resmi berizin PPIU yang berbasis di Aceh, siap menjadi pelayan perjalanan spiritual Anda.
Berbeda dengan sekadar traveling biasa, Tabina Tour Travel menempatkan esensi ibadah jemaah di posisi tertinggi. Mengapa mempercayakan ibadah Anda pada kami?
- Bimbingan Ibadah (Manasik) Mendalam: Kami memastikan setiap jemaah memahami tata cara ibadah yang sesuai sunnah, termasuk penyempurnaan bacaan shalat seperti doa Iftitah, agar ibadah di Tanah Suci semakin bermakna.
- Kenyamanan Maksimal, Bebas Khawatir: Mulai dari fasilitas hotel pilihan terdekat, transportasi premium, hingga pengurusan visa yang transparan. Fokus Anda hanya satu: beribadah dengan tenang kepada Allah SWT.
- Pendampingan Tim Profesional: Didampingi oleh Muthawwif berpengalaman yang tidak hanya membimbing rute, tetapi juga membimbing hati para jemaah.
Jangan biarkan niat suci Anda hanya sebatas rencana. Mari sempurnakan keislaman kita. Kunjungi Tabina Tour Travel sekarang juga untuk mendapatkan informasi paket Umrah terbaik, Umrah Ramadhan, hingga layanan Tabung Umrah yang memudahkan langkah Anda menuju Baitullah. Semoga Allah senantiasa mengabulkan doa-doa kita. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.









