Mendengar adzan di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi adalah pengalaman yang sulit dilupakan. Suaranya tidak hanya menjadi tanda masuk waktu shalat, tetapi juga panggilan untuk menghentikan kesibukan, menata hati, dan bersiap menghadap Allah di dua tempat paling mulia bagi umat Islam.
Doa ketika mendengar adzan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada dasarnya sama seperti doa setelah adzan di tempat lain. Tidak ada lafaz khusus yang hanya berlaku di dua masjid suci tersebut. Keutamaannya terasa lebih besar karena adab menjawab adzan, shalawat, doa setelah adzan, dan kesempatan berdoa sebelum iqamah dilakukan di tempat yang sangat mulia.
Istilah keutamaan ganda dalam pembahasan ini berarti bertemunya dua kemuliaan. Pertama, kemuliaan mengikuti sunnah ketika mendengar adzan. Kedua, kemuliaan berada di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, dua masjid yang memiliki keutamaan besar dalam ibadah.
Jawaban Singkat Untuk Jamaah Di Tanah Suci
Saat adzan berkumandang di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan dengan tenang, menjawab lafaz adzan, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, lalu membaca doa setelah adzan. Setelah itu, waktu antara adzan dan iqamah dapat diisi dengan doa pribadi, dzikir, atau membaca Al-Qur’an.
Doa setelah adzan yang paling dikenal adalah doa memohon wasilah dan kedudukan mulia untuk Rasulullah ﷺ. Doa ini bersumber dari riwayat sahih dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan setelah adzan selesai.
Bacaan Doa Setelah Adzan
Arab
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Latin
Allahumma rabba hadzihid da’watit tammah, wash shalatil qa’imah, ati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’ats-hu maqamam mahmudanilladzi wa’adtah.
Arti
Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.
Doa ini dibaca setelah adzan selesai, bukan ketika muadzin masih melantunkan adzan. Saat adzan masih berlangsung, adab yang lebih tepat adalah mendengarkan dan menjawab lafaz adzan sesuai tuntunan.
Urutan Amalan Ketika Adzan Berkumandang
- Hentikan percakapan dan aktivitas yang tidak mendesak.
- Dengarkan adzan dengan tenang dan hadirkan hati.
- Jawab lafaz adzan sebagaimana yang diucapkan muadzin.
- Saat muadzin mengucapkan hayya ‘alash shalah dan hayya ‘alal falah, baca la hawla wa la quwwata illa billah.
- Setelah adzan selesai, baca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
- Baca doa setelah adzan.
- Gunakan waktu sebelum iqamah untuk berdoa, berdzikir, atau membaca Al-Qur’an.
- Bersiap masuk shaf dengan tertib tanpa mengganggu jamaah lain.
Urutan ini sederhana, tetapi sangat membantu jamaah agar tidak melewatkan momen berharga. Di Tanah Suci, jeda antara adzan dan iqamah sering menjadi waktu yang penuh kekhusyukan karena suasana masjid mendukung hati untuk lebih fokus.
Bacaan Saat Muadzin Mengucapkan Hayya ‘Alash Shalah Dan Hayya ‘Alal Falah
Ketika muadzin mengucapkan hayya ‘alash shalah dan hayya ‘alal falah, jawaban yang dibaca adalah la hawla wa la quwwata illa billah.
Arab
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ
Latin
La hawla wa la quwwata illa billah.
Arti
Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Bacaan ini mengandung pengakuan bahwa kemampuan untuk memenuhi panggilan shalat datang dari Allah. Seorang hamba tidak mampu berdiri, berjalan menuju masjid, menjaga khusyuk, atau menyempurnakan ibadah tanpa pertolongan-Nya.
Shalawat Ringkas Sebelum Doa Setelah Adzan
Setelah adzan selesai, dianjurkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ sebelum membaca doa setelah adzan. Shalawat dapat dibaca dengan lafaz yang ringkas dan mudah dihafal.
Arab
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Latin
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Arti
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.
Shalawat ini menjadi bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah ﷺ. Setelah shalawat, doa setelah adzan dibaca dengan tenang, tidak terburu-buru, dan sebaiknya disertai pemahaman maknanya.
BACA JUGA: Tata Cara Sholat Tahajud di Masjidil Haram dan Keutamaannya
Apa Maksud Keutamaan Ganda Di Masjidil Haram Dan Nabawi
Keutamaan ganda bukan berarti ada doa baru yang berbeda dari doa setelah adzan biasa. Lafaz doanya tetap sama. Yang berbeda adalah keadaan, tempat, dan peluang ibadah yang sedang berlangsung.
Masjidil Haram adalah masjid paling utama bagi umat Islam. Shalat di dalamnya memiliki keutamaan yang sangat besar. Masjid Nabawi juga memiliki keutamaan agung karena menjadi masjid Rasulullah ﷺ dan tempat yang penuh sejarah ibadah, ilmu, serta perjuangan Islam.
Maka, ketika adzan terdengar di dua masjid tersebut, jamaah sedang berada pada momen yang sangat istimewa. Ada panggilan shalat, ada kesempatan menjawab adzan, ada anjuran membaca shalawat, ada doa setelah adzan, ada waktu mustajab antara adzan dan iqamah, lalu ada shalat berjamaah di tempat yang sangat mulia.
Inilah inti keutamaan ganda. Bukan mengganti lafaz doa, tetapi memaksimalkan adab dan amalan yang sudah diajarkan saat berada di lokasi yang sangat istimewa.
Doa Pribadi Antara Adzan Dan Iqamah
Setelah membaca doa setelah adzan, jamaah dapat memperbanyak doa pribadi sampai iqamah dikumandangkan. Tidak ada satu doa pribadi yang wajib dibaca pada waktu ini. Permohonan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, seperti ampunan, kesehatan, kelapangan rezeki, istiqamah, keluarga yang saleh, umrah yang mabrur, atau kesempatan kembali ke Tanah Suci.
Salah satu doa ringkas yang baik dibaca adalah permohonan kebaikan dunia dan akhirat.
Arab
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.
Arti
Wahai Tuhan, berikanlah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah dari azab neraka.
Doa ini singkat, luas maknanya, dan mudah dibaca dalam berbagai keadaan. Bagi jamaah umrah, doa ini dapat menjadi pengingat bahwa perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya mengejar kenyamanan perjalanan, tetapi juga perbaikan diri dan keselamatan akhirat.
Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Mendengar Adzan
Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari ketika adzan berkumandang di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
- Tetap berbicara panjang tanpa kebutuhan penting.
- Sibuk merekam suasana sampai lupa menjawab adzan.
- Langsung membaca doa setelah adzan sebelum adzan selesai.
- Berdesakan mencari tempat tanpa memperhatikan jamaah lain.
- Mengira ada doa khusus yang wajib dibaca hanya karena sedang berada di dua masjid suci.
- Menghabiskan jeda sebelum iqamah untuk hal yang tidak bermanfaat.
Merekam suasana adzan bukan masalah selama tidak mengganggu ibadah dan hak jamaah lain. Namun, prioritas utama tetap adab terhadap panggilan shalat. Di tempat semulia Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, momen adzan sebaiknya dijaga sebagai waktu ibadah, bukan sekadar dokumentasi.
Adab Praktis Di Masjidil Haram Dan Masjid Nabawi Saat Adzan
Adab mendengar adzan di dua masjid suci perlu memperhatikan kondisi jamaah yang sangat ramai. Kekhusyukan pribadi tidak boleh mengganggu kenyamanan orang lain.
Beberapa adab yang dapat dijaga meliputi duduk dengan tenang saat memungkinkan, tidak melangkahi jamaah tanpa kebutuhan, tidak mengeraskan suara doa secara berlebihan, menjaga barang bawaan agar tidak menghalangi shaf, serta mengikuti arahan petugas masjid.
Jika sedang thawaf saat adzan di Masjidil Haram, sebagian jamaah biasanya berhenti untuk bersiap shalat berjamaah ketika iqamah sudah dekat. Jika sedang berada di pelataran atau area perluasan, tetap ikuti pengaturan petugas agar arus jamaah berjalan tertib.
Jika berada di Masjid Nabawi, gunakan waktu sebelum iqamah untuk memperbanyak shalawat, doa, dan dzikir. Suasana Madinah yang tenang sering membantu jamaah lebih mudah merenungi makna panggilan shalat.
Apakah Doa Setelah Adzan Di Masjidil Haram Dan Nabawi Harus Dibaca Keras
Doa setelah adzan tidak harus dibaca keras. Membaca dengan suara pelan lebih aman agar tidak mengganggu jamaah lain yang sedang berdzikir, membaca Al-Qur’an, atau berdoa. Di masjid yang sangat ramai, menjaga ketenangan termasuk bagian dari adab ibadah.
Yang paling penting adalah membaca doa dengan sadar dan memahami maknanya. Lafaz Arab dapat dibaca perlahan, lalu artinya direnungkan. Jika belum hafal sempurna, bacaan dapat dilihat dari catatan atau ponsel selama tidak membuat perhatian teralihkan dari ibadah.
Apakah Boleh Berdoa Dengan Bahasa Indonesia
Berdoa dengan bahasa Indonesia boleh dilakukan untuk doa pribadi, terutama ketika ingin menyampaikan kebutuhan dengan lebih jujur dan khusyuk. Doa setelah adzan sebaiknya tetap dibaca dengan lafaz yang diajarkan dalam hadits karena termasuk doa ma’tsur yang memiliki tuntunan khusus.
Setelah membaca doa setelah adzan, jamaah dapat melanjutkan doa pribadi dalam bahasa yang paling dipahami. Isi doanya dapat berupa permohonan ampunan, kelapangan hati, keluarga yang diberkahi, kemudahan ibadah, dan pulang membawa perubahan yang lebih baik.
Ringkasan Bacaan Yang Perlu Dihafal
Untuk memudahkan jamaah, ada tiga bacaan utama yang paling penting diingat ketika mendengar adzan.
- Jawaban adzan sesuai lafaz muadzin.
- La hawla wa la quwwata illa billah saat mendengar hayya ‘alash shalah dan hayya ‘alal falah.
- Shalawat dan doa setelah adzan setelah adzan selesai.
Tiga bacaan ini sudah cukup menjadi bekal utama. Jika masih ada waktu sebelum iqamah, lanjutkan dengan doa pribadi dan dzikir sesuai kemampuan.
Penutup
Doa ketika mendengar adzan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tidak berbeda dari doa setelah adzan yang dibaca di tempat lain. Yang membuatnya terasa sangat istimewa adalah tempat, suasana, dan rangkaian ibadah yang menyertainya.
Saat adzan berkumandang di dua masjid suci, momen tersebut sebaiknya digunakan untuk diam sejenak, menjawab panggilan adzan, membaca shalawat, memohon wasilah untuk Rasulullah ﷺ, lalu berdoa sebelum iqamah. Amalan sederhana ini dapat menjadi bagian paling berkesan dari perjalanan umrah atau ziarah ke Madinah.
Bagi calon jamaah umrah yang ingin lebih siap secara ibadah, bimbingan manasik dan pendampingan perjalanan dapat membantu memahami adab-adab penting selama berada di Tanah Suci. Tabina Tour menyediakan layanan perjalanan umrah, haji khusus, wisata halal, dan pendampingan jamaah dengan pendekatan yang menekankan kenyamanan, ketertiban, serta kekhusyukan ibadah.









