Shafa dan Marwah adalah dua tempat penting dalam rangkaian ibadah haji dan umrah. Keduanya menjadi titik awal dan akhir pelaksanaan sa’i, yaitu berjalan antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ibadah ini mengingatkan umat Islam pada keteguhan Hajar ketika mencari air untuk Nabi Ismail alaihissalam, sekaligus menjadi bentuk ketaatan kepada perintah Allah.
Saat berada di atas Bukit Shafa dan Marwah, terdapat bacaan dzikir yang diajarkan dalam riwayat sahih. Bacaan ini berisi pengagungan kepada Allah, pengakuan tauhid, pujian, serta pengingat bahwa pertolongan hanya datang dari Allah. Karena itu, dzikir di Shafa dan Marwah bukan sekadar bacaan pelengkap, tetapi momen untuk memperbarui keyakinan dan memperbanyak doa.
Pembahasan berikut disusun agar jamaah dapat membaca dzikir dengan lebih tertib, memahami maknanya, dan tidak keliru membedakan antara bacaan yang dituntunkan dengan doa pribadi yang boleh dipanjatkan sesuai kebutuhan.
Kedudukan Shafa Dan Marwah Dalam Ibadah Sa’i
Shafa dan Marwah disebut dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari syiar Allah. Artinya, dua tempat ini memiliki kedudukan ibadah yang tidak boleh dipahami hanya sebagai lokasi fisik. Sa’i dilakukan karena Allah mensyariatkannya, bukan karena sekadar mengikuti peristiwa sejarah.
Ketika jamaah memulai sa’i dari Shafa, bacaan pertama yang dianjurkan adalah ayat yang menyebutkan kedudukan Shafa dan Marwah. Bacaan ini cukup dibaca saat mendekati Shafa pada permulaan sa’i, sebagai pengingat bahwa ibadah dimulai dari tempat yang Allah sebutkan lebih dahulu.
- Arab: إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ
- Latin: Innash shafa wal marwata min sya‘a’irillah
- Arti: Sesungguhnya Shafa dan Marwah termasuk syiar-syiar Allah.
Setelah membaca ayat tersebut, jamaah dapat membaca kalimat berikut.
- Arab: أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
- Latin: Abda’u bima bada’allahu bih
- Arti: Aku memulai dengan apa yang Allah mulai dengannya.
Kalimat ini menunjukkan bahwa sa’i dimulai dari Shafa, bukan dari Marwah. Urutan tersebut penting karena satu putaran sa’i dihitung dari Shafa ke Marwah sebagai satu kali, lalu dari Marwah ke Shafa sebagai hitungan berikutnya.
Dzikir Di Atas Bukit Shafa Dan Marwah
Saat berada di atas Shafa, jamaah dianjurkan menghadap kiblat bila memungkinkan, mengangkat tangan untuk berdoa, lalu membaca takbir, tahlil, dan dzikir tauhid. Bacaan yang sama juga dilakukan ketika berada di atas Marwah. Dalam praktiknya, bacaan dzikir ini dibaca tiga kali, dan di antara pengulangan tersebut jamaah dapat memanjatkan doa pribadi.
Takbir Tiga Kali
- Arab: اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ
- Latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
- Arti: Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar.
Takbir dibaca untuk menegaskan bahwa Allah adalah yang paling agung. Di tengah suasana Masjidil Haram yang ramai dan penuh gerakan, takbir membantu hati kembali fokus kepada tujuan ibadah.
Dzikir Tauhid Di Shafa Dan Marwah
- Arab: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
- Latin: La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir. La ilaha illallahu wahdah, anjaza wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaba wahdah
- Arti: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya seluruh kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan musuh sendirian.
Dzikir ini memuat makna yang sangat kuat. Kalimat pertama menegaskan tauhid. Kalimat berikutnya mengingatkan bahwa kemenangan, pertolongan, dan terkabulnya janji Allah bukan bergantung pada banyaknya kekuatan manusia, melainkan pada kuasa Allah.
Urutan Membaca Dzikir Saat Di Shafa
Agar mudah diamalkan, urutan bacaan di Shafa dapat disusun sebagai berikut.
- Naik atau mendekat ke area Shafa sesuai kondisi dan arahan petugas.
- Membaca ayat Innash shafa wal marwata min sya‘a’irillah.
- Membaca Abda’u bima bada’allahu bih.
- Menghadap kiblat bila memungkinkan.
- Membaca takbir tiga kali.
- Membaca dzikir tauhid.
- Berdoa dengan doa pribadi.
- Mengulangi dzikir tauhid dan doa hingga tiga kali bila memungkinkan.
- Turun dan berjalan menuju Marwah.
Urutan ini membantu jamaah menjaga ketertiban bacaan. Namun kondisi lapangan tetap perlu diperhatikan. Bila area sangat padat, bacaan dapat dilakukan sambil menjaga arus jamaah dan tidak menghalangi orang lain.
BACA JUGA: Kumpulan Doa Saat Melakukan Sa’i dari Bukit Safa ke Marwah
Urutan Membaca Dzikir Saat Di Marwah
Saat sampai di Marwah, bacaan ayat permulaan tidak perlu diulang seperti saat memulai dari Shafa. Jamaah cukup melakukan bacaan utama sebagaimana di Shafa, yaitu menghadap kiblat bila memungkinkan, membaca takbir, membaca dzikir tauhid, lalu berdoa.
- Sampai di area Marwah dengan tertib.
- Menghadap kiblat bila memungkinkan.
- Membaca Allahu akbar tiga kali.
- Membaca La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah hingga akhir lafaz.
- Memanjatkan doa pribadi.
- Mengulangi dzikir dan doa hingga tiga kali bila memungkinkan.
- Melanjutkan perjalanan kembali ke Shafa untuk hitungan berikutnya.
Bacaan di Marwah menunjukkan bahwa kedua titik sa’i menjadi tempat dzikir dan doa. Perjalanan antara keduanya bukan sekadar gerakan fisik, tetapi rangkaian ibadah yang perlu dijaga dengan kesadaran hati.
Contoh Doa Pribadi Di Antara Dzikir
Di antara pengulangan dzikir, jamaah boleh berdoa dengan doa apa saja yang baik. Doa dapat menggunakan bahasa Arab, bahasa Indonesia, atau bahasa yang paling dipahami. Berikut beberapa doa Al-Qur’an yang ringkas dan mudah diamalkan.
Doa Kebaikan Dunia Dan Akhirat
- Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
- Latin: Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar
- Arti: Ya Tuhan kami, berilah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.
Doa Memohon Ampunan
- Arab: رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
- Latin: Rabbana zhalamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin
- Arti: Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, pasti kami termasuk orang-orang yang merugi.
Doa Agar Amal Diterima
- Arab: رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
- Latin: Rabbana taqabbal minna innaka antas sami‘ul ‘alim
- Arti: Ya Tuhan kami, terimalah amal dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Doa-doa tersebut dapat dibaca dengan suara pelan. Sa’i adalah ibadah yang dilakukan bersama banyak jamaah, sehingga menjaga kenyamanan sekitar menjadi bagian dari adab.
Bacaan Saat Berjalan Antara Shafa Dan Marwah
Tidak ada satu bacaan wajib yang harus diulang sepanjang jalur sa’i. Jamaah dapat memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an yang dihafal, beristighfar, bershalawat, atau berdoa. Bacaan yang ringan tetapi bermakna dapat membantu menjaga hati tetap hidup selama perjalanan.
Contoh bacaan yang mudah diamalkan adalah istighfar.
- Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
- Latin: Astaghfirullah wa atubu ilaih
- Arti: Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.
Jamaah juga dapat membaca shalawat.
- Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ
- Latin: Allahumma shalli ‘ala Muhammad
- Arti: Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad.
Bacaan tersebut bukan pengganti dzikir khusus di Shafa dan Marwah, tetapi amalan umum yang boleh dibaca saat berjalan di antara keduanya.
Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Sa’i
Kesalahan pertama adalah mengira bahwa setiap langkah di jalur sa’i harus diisi dengan bacaan tertentu. Tuntunan khusus terdapat pada saat berada di Shafa dan Marwah, sedangkan di sepanjang jalur sa’i jamaah memiliki keluasan untuk berdzikir dan berdoa.
Kesalahan kedua adalah membaca terlalu keras hingga mengganggu jamaah lain. Dzikir memang dianjurkan, tetapi ibadah bersama membutuhkan adab sosial. Suara pelan lebih membantu kekhusyukan, terutama saat jamaah lain juga sedang berdoa.
Kesalahan ketiga adalah berhenti terlalu lama di titik yang padat. Bila kondisi ramai, cukup membaca bacaan utama secara ringkas lalu melanjutkan perjalanan. Menjaga kelancaran arus jamaah termasuk bentuk kepedulian terhadap sesama.
Kesalahan keempat adalah terlalu sibuk merekam video. Dokumentasi boleh dilakukan sesuai aturan, tetapi sa’i adalah ibadah. Momen di Shafa dan Marwah sebaiknya lebih banyak diisi dengan dzikir, doa, dan penghayatan makna.
Makna Dzikir Shafa Dan Marwah Bagi Jamaah
Dzikir di Shafa dan Marwah mengajarkan tauhid, harapan, dan keteguhan. Kalimat anjaza wa‘dah mengingatkan bahwa Allah menepati janji-Nya. Kalimat nashara ‘abdah menegaskan bahwa pertolongan Allah datang kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Kalimat hazamal ahzaba wahdah menguatkan keyakinan bahwa sebesar apa pun kesulitan, semuanya berada di bawah kuasa Allah.
Makna ini sangat dekat dengan perjalanan hidup manusia. Sa’i menggambarkan usaha yang dilakukan berulang, sementara dzikir mengajarkan bahwa hasil akhir tetap berada di tangan Allah. Karena itu, sa’i bukan hanya perjalanan antara dua titik, tetapi latihan hati untuk tetap berusaha tanpa putus harapan.
Penutup
Bacaan dzikir khusus saat berada di atas Bukit Shafa dan Marwah adalah takbir, tahlil, dan dzikir tauhid yang dibaca sambil menghadap kiblat bila memungkinkan. Bacaan tersebut diamalkan di Shafa dan Marwah, diiringi doa pribadi di antara pengulangannya.
Jamaah yang memahami bacaan dan maknanya akan lebih mudah menjaga kekhusyukan saat sa’i. Bimbingan manasik yang jelas juga membantu jamaah melaksanakan ibadah dengan tertib. Tabina Tour menyediakan layanan perjalanan umrah dan haji khusus dengan pendampingan ibadah, sehingga jamaah dapat menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan lebih tenang dan terarah.









