Suara talbiyah sering menjadi momen yang paling menggetarkan selama perjalanan umrah. Biasanya terdengar saat jamaah sudah memakai ihram, berada di miqat, masuk bus menuju Makkah, atau bergerak bersama rombongan menuju Masjidil Haram.
Saat mendengar talbiyah, bacaan terbaik adalah ikut mengucapkan talbiyah dengan hati yang hadir, terutama bagi jamaah yang sudah berniat ihram. Talbiyah sendiri merupakan syiar besar dalam haji dan umrah. MUI menjelaskan bahwa membaca talbiyah hukumnya sunnah bagi orang yang sedang berihram dan dianjurkan untuk memperbanyaknya selama masih dalam keadaan ihram.
Bacaan Talbiyah Saat Umrah
Berikut bacaan talbiyah yang umum dibaca jamaah haji dan umrah.
Arab
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ
Latin
Labbaikallāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.
Artinya
Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.
Lafaz talbiyah ini dikenal sebagai bacaan yang diajarkan dalam manasik haji dan umrah. Maknanya bukan sekadar kalimat yang dilantunkan bersama, tetapi ikrar seorang hamba bahwa ia datang memenuhi panggilan Allah dengan tauhid, tanpa menyekutukan-Nya.
Doa Saat Mendengar Rombongan Membaca Talbiyah
Tidak ada bacaan khusus yang harus dijawab seperti jawaban adzan ketika mendengar talbiyah. Karena itu, cara yang lebih aman adalah ikut bertalbiyah bila sedang ihram, lalu memperbanyak doa dengan bahasa yang baik.
Berikut doa yang bisa dibaca setelah ikut melafalkan talbiyah.
Arab
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُخْلِصِينَ، وَتَقَبَّلْ مِنَّا عُمْرَتَنَا، وَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَرُدَّنَا إِلَى أَهْلِنَا سَالِمِينَ غَانِمِينَ
Latin
Allāhummaj‘alnā min ‘ibādikal-mukhliṣīn, wa taqabbal minnā ‘umratanā, waghfir lanā dzunūbanā, wa ruddana ilā ahlinā sālimīna ghānimīn.
Artinya
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang ikhlas. Terimalah umrah kami. Ampunilah dosa-dosa kami. Kembalikanlah kami kepada keluarga dalam keadaan selamat dan membawa kebaikan.
Doa di atas adalah doa umum yang baik maknanya. Bukan bacaan khusus yang wajib dibaca setiap kali mendengar talbiyah. Jamaah juga boleh berdoa dengan kalimat sendiri, misalnya memohon umrah yang mabrur, hati yang khusyuk, keselamatan perjalanan, kesehatan tubuh, dan ampunan dosa.
Kapan Talbiyah Dibaca Saat Umrah
Dalam umrah, talbiyah mulai dibaca setelah jamaah berniat ihram dari miqat. Bacaan ini terus dianjurkan selama masih dalam rangkaian ihram. Untuk umrah, talbiyah berhenti ketika jamaah akan memulai tawaf.
Momen yang sering menjadi waktu jamaah membaca talbiyah bersama antara lain:
- Setelah berniat ihram di miqat.
- Saat berada di bus menuju Makkah.
- Ketika rombongan mulai bergerak menuju area Masjidil Haram.
- Selama perjalanan sebelum masuk rangkaian tawaf.
Bagi jamaah yang belum ihram, mendengarkan talbiyah tetap bisa menjadi pengingat untuk berdzikir dan memperbanyak doa. Namun, bacaan talbiyah sebagai bagian dari manasik lebih terkait dengan kondisi ihram.
Adab Membaca Talbiyah Bersama Rombongan
Talbiyah memang sering dibaca bersama-sama agar jamaah lebih semangat dan tidak lupa bacaan. Meski begitu, suasana tetap perlu dijaga. Jangan sampai suara terlalu keras hingga mengganggu jamaah lain, terutama di hotel, bandara, atau area yang padat.
Beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan:
- Baca dengan tartil dan tidak tergesa-gesa.
- Ikuti arahan pembimbing umrah.
- Hadirkan niat memenuhi panggilan Allah.
- Hindari bercanda saat rombongan sedang bertalbiyah.
- Jangan sibuk merekam sampai kehilangan kekhusyukan.
- Gunakan suara yang wajar sesuai kondisi tempat.
Pada perjalanan umrah, talbiyah bukan hanya penanda bahwa rombongan sedang bergerak menuju ibadah. Ia juga menjadi latihan batin. Jamaah sedang mengulang janji bahwa perjalanan ini bukan wisata biasa, melainkan perjalanan memenuhi panggilan Allah.
Makna Talbiyah Bagi Jamaah Umrah
Kalimat labbaik mengandung makna kesiapan. Seorang jamaah seolah berkata bahwa ia datang karena dipanggil Allah, bukan semata karena jadwal travel, biaya yang cukup, atau kesempatan libur.
Bagian lā syarīka lak menguatkan inti ibadah. Umrah dilakukan hanya untuk Allah. Tidak untuk pamer, tidak untuk status sosial, dan tidak untuk sekadar menambah foto perjalanan.
Sementara kalimat innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk mengingatkan bahwa semua nikmat berasal dari Allah. Kesempatan berangkat, kesehatan, rezeki, visa, paspor, tiket, hingga kekuatan melangkah di Tanah Suci adalah pemberian-Nya.
Dari sini, talbiyah terasa lebih dalam. Ia bukan sekadar suara rombongan. Ia adalah pengakuan bahwa manusia datang sebagai tamu Allah dengan membawa harapan, dosa, lelah, rindu, dan doa yang panjang.
Bacaan Singkat Saat Hati Tersentuh Mendengar Talbiyah
Kadang seseorang tidak mampu membaca doa panjang karena suasana terlalu haru. Dalam kondisi seperti itu, bacaan singkat berikut bisa diamalkan.
Arab
اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، تَقَبَّلْ مِنَّا وَاغْفِرْ لَنَا
Latin
Allāhumma labbaika wa sa‘daik, taqabbal minnā waghfir lanā.
Artinya
Ya Allah, kami memenuhi panggilan-Mu dengan penuh ketaatan. Terimalah amal kami dan ampunilah kami.
Doa singkat ini dapat dibaca sebagai doa umum setelah bertalbiyah. Maknanya sederhana, tetapi sangat dekat dengan suasana batin jamaah umrah.
Penutup
Saat mendengar talbiyah bersama rombongan umrah, bacaan terbaik adalah ikut membaca talbiyah dengan khusyuk bila sudah berihram. Setelah itu, jamaah boleh menambah doa untuk memohon keikhlasan, ampunan, keselamatan, dan umrah yang diterima Allah.
Talbiyah mengajarkan bahwa perjalanan umrah bukan hanya soal sampai ke Makkah. Lebih dalam dari itu, talbiyah mengajak hati untuk datang kepada Allah dengan tunduk, bersih, dan penuh harap.









