Meninggalkan Kota Madinah setelah ziarah sering terasa berat bagi jamaah. Ada rasa haru karena harus berpisah dari Masjid Nabawi, Raudhah, dan suasana kota yang begitu dekat dengan sejarah Rasulullah ﷺ.
Namun, penting dipahami sejak awal bahwa tidak ada doa khusus yang wajib dibaca secara baku ketika meninggalkan Kota Madinah. Yang bisa dibaca adalah doa-doa yang sesuai sunnah secara umum, seperti doa keluar masjid, doa safar, zikir ketika pulang dari perjalanan, serta doa pribadi yang baik.
Dalam adab ziarah ke Masjid Nabawi, niat utama perjalanan adalah mengunjungi Masjid Nabawi, bukan menjadikan ziarah kubur sebagai tujuan utama perjalanan ibadah. Adab ini juga menekankan agar jamaah menjaga kehormatan Masjid Nabawi dan berdoa dengan cara yang benar.
Doa Keluar dari Masjid Nabawi Sebelum Meninggalkan Madinah
Jika jamaah meninggalkan Madinah setelah terakhir kali shalat atau berziarah di Masjid Nabawi, doa keluar masjid bisa dibaca sebagaimana doa keluar masjid pada umumnya.
Arab
بِسْمِ اللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin
Bismillāhi waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā Rasūlillāh. Allāhumma innī as’aluka min faḍlik. Allāhumma‘ṣimnī minasy-syaiṭānir-rajīm.
Artinya
Dengan nama Allah. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu. Ya Allah, lindungilah aku dari setan yang terkutuk.
Doa ini diriwayatkan dalam kumpulan doa Hisn al-Muslim sebagai doa ketika keluar masjid.
Doa Safar Ketika Naik Kendaraan Meninggalkan Madinah
Saat kendaraan mulai bergerak meninggalkan Madinah, jamaah dapat membaca doa safar. Doa ini cocok dibaca ketika naik bus, mobil, kereta cepat, atau kendaraan lain dalam perjalanan menuju Makkah, bandara, hotel berikutnya, atau pulang ke tanah air.
Arab
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Latin
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Subḥānallażī sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā Rabbinā lamunqalibūn. Allāhumma innā nas’aluka fī safarinā hāżal-birra wat-taqwā, wa minal-‘amali mā tarḍā. Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hāżā waṭwi ‘annā bu‘dah. Allāhumma Antaṣ-ṣāḥibu fis-safar wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhumma innī a‘ūżu bika min wa‘ṡā’is-safar, wa ka’ābatil-manẓar, wa sū’il-munqalabi fil-māli wal-ahl.
Artinya
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk pada harta dan keluarga.
Doa safar ini terdapat dalam riwayat yang disebutkan dalam Riyad as-Salihin dan Hisn al-Muslim. Dalam riwayat tersebut, doa ini juga dibaca ketika seseorang melakukan perjalanan dan ditambah zikir khusus ketika kembali.
Zikir Ketika Perjalanan Pulang dari Madinah
Jika perjalanan dari Madinah adalah bagian dari kepulangan, misalnya menuju bandara atau kembali ke negeri asal, jamaah juga bisa membaca zikir pulang dari safar.
Arab
آيِبُونَ، تَائِبُونَ، عَابِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
Latin
Āyibūna, tā’ibūna, ‘ābidūna, li Rabbinā ḥāmidūn.
Artinya
Kami kembali, kami bertaubat, kami beribadah, dan hanya kepada Tuhan kami, kami memuji.
Anas bin Malik meriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ kembali dari perjalanan dan mulai memasuki daerah sekitar Madinah, beliau membaca zikir ini berulang-ulang sampai memasuki Madinah.
Doa Pribadi Saat Berpisah dengan Kota Madinah
Selain doa-doa yang bersumber dari sunnah, jamaah boleh membaca doa pribadi dengan bahasa sendiri. Doa berikut bisa dibaca sebagai permohonan pribadi, bukan sebagai doa khusus yang ditetapkan secara wajib untuk meninggalkan Madinah.
Arab
اللَّهُمَّ اجْعَلْ زِيَارَتَنَا لِلْمَدِينَةِ زِيَارَةً مَقْبُولَةً، وَارْزُقْنَا الْعَوْدَ إِلَيْهَا فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ، وَاحْفَظْنَا فِي سَفَرِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا بَقِيَ مِنْ أَعْمَارِنَا
Latin
Allāhummaj‘al ziyāratanā lil-Madīnati ziyāratan maqbūlah, warzuqnal-‘awda ilaihā fī khairin wa ‘āfiyah, waḥfaẓnā fī safarinā, wa bārik lanā fīmā baqiya min a‘mārinā.
Artinya
Ya Allah, jadikanlah ziarah kami ke Madinah sebagai ziarah yang diterima. Berilah kami rezeki untuk kembali ke kota ini dalam kebaikan dan keselamatan. Jagalah kami dalam perjalanan kami, dan berkahilah sisa umur kami.
Doa seperti ini boleh dibaca karena isinya berupa permohonan kebaikan. Hanya saja, sebaiknya tidak diyakini sebagai bacaan khusus yang memiliki tuntunan tertentu dari Nabi ﷺ untuk momen meninggalkan Madinah.
Urutan Bacaan yang Bisa Diamalkan Jamaah
Agar lebih mudah, berikut urutan sederhana yang bisa diikuti.
- Saat keluar dari Masjid Nabawi, baca doa keluar masjid.
- Perbanyak shalawat kepada Rasulullah ﷺ dengan tenang dan penuh adab.
- Saat naik kendaraan, baca doa safar.
- Jika perjalanan tersebut adalah perjalanan pulang, tambahkan zikir pulang dari safar.
- Setelah itu, berdoalah dengan bahasa sendiri agar ziarah diterima dan perjalanan diberi keselamatan.
Adab Saat Meninggalkan Madinah Setelah Ziarah
Meninggalkan Madinah bukan sekadar pindah tempat. Bagi banyak jamaah, momen ini menjadi penutup dari perjalanan batin yang panjang. Karena itu, suasananya sebaiknya dijaga dengan tenang.
Beberapa adab yang baik dilakukan antara lain:
- Tidak berdesakan atau memaksakan diri saat berpamitan di area Masjid Nabawi.
- Menjaga lisan dari keluhan berlebihan.
- Memperbanyak istighfar dan shalawat.
- Tidak melakukan amalan yang diyakini wajib tanpa dasar yang jelas.
- Membawa pulang pelajaran dari Madinah dalam bentuk akhlak yang lebih baik.
Madinah memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Dalam panduan ziarah Masjid Nabawi, jamaah diingatkan agar menghormati kesucian kota ini dan menjaga adab selama berada di dalamnya.
Kesimpulan
Doa ketika meninggalkan Kota Madinah setelah ziarah dapat diisi dengan doa-doa yang sesuai tuntunan umum, terutama doa keluar masjid, doa safar, dan zikir ketika pulang dari perjalanan. Tidak perlu mencari bacaan khusus yang tidak jelas sumbernya.
Yang paling penting adalah menjaga adab, memperbanyak syukur, dan memohon agar Allah menerima ziarah tersebut. Jika Allah mengizinkan, semoga perjalanan itu bukan menjadi perpisahan terakhir dengan Madinah, melainkan jeda sebelum kembali lagi dalam keadaan yang lebih baik.









