Bacaan Wirid dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu di Tanah Suci

Bacaan Wirid dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu di Tanah Suci

Suara lantang Imam Masjidil Haram atau Masjid Nabawi saat mengakhiri sholat fardhu seringkali diikuti dengan keheningan yang dalam dari jutaan jamaah. Momen tersebut bukanlah waktu untuk segera berdiri dan pergi, melainkan waktu emas untuk merajut komunikasi batin melalui wirid dan dzikir yang panjang.

Berdoa dan berdzikir tepat setelah sholat wajib merupakan salah satu waktu yang paling mustajab untuk dikabulkannya segala hajat. Di tanah suci, atmosfer kekhusyukan ini terasa lebih kental karena Anda dikelilingi oleh ribuan orang yang memiliki tujuan serupa, yakni meraih ridho Allah SWT.

Urutan Wirid Sesuai Sunnah Rasulullah

Kami menyarankan Anda untuk tidak terburu-buru meninggalkan tempat sujud setelah sholat fardhu selesai. Ikutilah urutan dzikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW agar ibadah Anda menjadi sempurna dan memberikan ketenangan yang mendalam bagi jiwa.

Urutan pertama yang harus Anda ucapkan adalah istighfar sebanyak tiga kali. Hal ini menjadi bentuk pengakuan bahwa dalam sholat yang baru saja selesai, mungkin masih terdapat banyak kekurangan atau pikiran yang tidak fokus. Mengakui kelemahan di hadapan Allah adalah awal dari diterimanya sebuah amal ibadah.

Bacaan Istighfar dan Pujian Kepada Allah

Setelah mengucapkan istighfar, Anda bisa melanjutkan dengan memuji kebesaran Allah sebagai pemilik kedamaian sejati. Berikut adalah rangkaian bacaan yang sangat dianjurkan untuk Anda baca setiap selesai sholat wajib:

Bacaan Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Latin: Astaghfirullah (3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah. Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang memberi keselamatan dan dari-Mulah keselamatan. Maha Suci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Memperbanyak Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Salah satu amalan yang sangat ringan di lisan namun berat di timbangan pahala adalah membaca kalimat thoyyibah. Rasulullah menjanjikan bahwa siapa yang membaca rangkaian ini dengan penuh keyakinan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.

Anda dapat mengikuti panduan jumlah bacaan berikut ini:

Jenis Dzikir Bacaan Jumlah
Tasbih Subhanallah 33 Kali
Tahmid Alhamdulillah 33 Kali
Takbir Allahu Akbar 33 Kali

Setelah mencapai masing-masing tiga puluh tiga kali, genapkanlah menjadi seratus dengan membaca kalimat tauhid “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir”.

Pentingnya Membaca Ayat Kursi

Membaca Ayat Kursi setelah sholat fardhu memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu tidak ada yang menghalangi seseorang masuk surga kecuali kematian. Di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, bacalah ayat ini dengan perlahan sambil meresapi setiap maknanya tentang kekuasaan Allah yang meliputi langit dan bumi.

Setelah itu, sempurnakanlah dengan membaca surat-surat pendek pelindung yakni Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas masing-masing satu kali. Khusus setelah sholat Subuh dan Maghrib, Anda sangat dianjurkan untuk membaca surat-surat tersebut sebanyak tiga kali demi mendapatkan perlindungan sepanjang hari dan malam.

Doa Setelah Sholat yang Menyentuh Hati

Sebagai penutup rangkaian wirid, sampaikanlah doa-doa terbaik Anda dalam bahasa yang paling Anda pahami atau menggunakan doa dari Al Quran. Allah sangat menyukai hamba yang meminta dengan sungguh-sungguh dan merasa butuh akan pertolongan-Nya.

Jangan lupa untuk mendoakan kedua orang tua, keluarga di rumah, serta kaum muslimin di seluruh dunia. Berdoa di depan Ka’bah atau di dekat makam Rasulullah memberikan sensasi spiritual yang akan membuat air mata Anda menetes tanpa terasa.

Adab Berdzikir di Masjidil Haram dan Nabawi

Mengingat kondisi masjid yang sangat padat, pastikan Anda berdzikir dengan suara yang lirih saja agar tidak mengganggu jamaah di samping Anda. Kekuatan dzikir terletak pada kehadiran hati, bukan pada kerasnya suara yang keluar dari lisan.

Gunakanlah ruas jari tangan kanan Anda untuk menghitung dzikir karena hal tersebut merupakan sunnah yang dilakukan oleh Nabi. Jika Anda kesulitan menghitung, menggunakan tasbih juga diperbolehkan selama tidak mengganggu konsentrasi ibadah jamaah lainnya.

Dalam perjalanan spiritual Anda, Tabina Tour hadir sebagai mitra yang memastikan setiap detail ibadah Anda terbimbing dengan baik. Kami menyediakan buku panduan doa dan dzikir lengkap agar Anda bisa beribadah dengan tenang selama berada di tanah suci.

Pentingnya Konsistensi dalam Berdzikir

Keberkahan dari wirid dan dzikir ini tidak hanya berhenti saat Anda berada di Makkah atau Madinah. Kami sangat menyarankan agar Anda tetap menjaga rutinitas dzikir ini sekembalinya Anda ke tanah air nanti. Kebiasaan baik yang terbentuk di tanah suci harus menjadi karakter baru bagi setiap jamaah yang meraih predikat mabrur.

Ibadah umroh yang sukses bukan hanya dilihat dari selesainya rukun, tetapi dari bagaimana perubahan perilaku dan ketaatan Anda setelah kembali. Dzikir yang konsisten adalah benteng terbaik bagi iman Anda dalam menghadapi godaan duniawi yang tidak ada habisnya.

Kesimpulan

Rangkaian wirid dan dzikir setelah sholat fardhu adalah modal utama bagi jamaah untuk mendapatkan ketenangan jiwa di tanah suci. Dengan mengikuti urutan yang benar dan memahami artinya, setiap kalimat yang Anda ucapkan akan menjadi cahaya yang menerangi jalan hidup Anda. Jadikanlah setiap momen setelah salam sebagai waktu untuk benar-benar “berbicara” dengan Allah.

Tabina Tour

Tabina Tour

Articles: 61
Butuh Bantuan?