Pemandangan unik yang pasti Anda temui saat berada di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi adalah pelaksanaan sholat jenazah setiap selesai sholat fardhu. Hampir setiap lima waktu sholat imam akan menyerukan panggilan khusus yang menandakan adanya jenazah yang akan disholatkan. Bagi jamaah yang baru pertama kali umrah momen ini mungkin sedikit membingungkan.
Sangat disayangkan jika Anda melewatkan kesempatan emas ini hanya karena tidak tahu caranya. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa keutamaan mensholatkan jenazah itu sebesar satu qirath atau setara dengan Gunung Uhud. Bayangkan betapa banyaknya pahala yang bisa Anda kumpulkan jika rutin mengikuti sholat jenazah ini bersama Tabina Tour selama di Tanah Suci.
Mengenali Seruan Muadzin
Sebelum berdiri untuk sholat sunnah ba’diyah Anda perlu mendengarkan instruksi muadzin setelah imam salam. Biasanya muadzin akan mengucapkan kalimat berikut:
- “Ash-sholatu ‘alal amwat yarhamukumullah” (Sholatlah kalian untuk para jenazah, semoga Allah merahmati kalian).
- Jika jenazahnya anak-anak, seruannya mungkin berbunyi “Ash-sholatu ‘alat thifli”.
Di Tanah Suci jenazah yang disholatkan seringkali jumlahnya banyak dan kita tidak melihat fisiknya secara langsung di depan kita (terhalang dinding atau saf). Namun hukumnya tetap sholat jenazah hadir, bukan ghaib, karena jenazah ada di masjid yang sama.
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Jenazah
Sholat jenazah tidak memiliki gerakan ruku’ maupun sujud. Kita melakukan sholat ini hanya dengan berdiri dan empat kali takbir. Berikut adalah urutannya:
1. Niat dan Takbir Pertama
Berdirilah menghadap kiblat. Niatkan dalam hati untuk mensholatkan jenazah sebagai makmum mengikuti imam.
Niat Sholat Jenazah Makmum: Ushallii ‘alaa haadzal mayyiti (jika banyak: ‘alaa haaa-ulaa-il amwaati) ma’muuman lillaahi ta’aalaa. “Aku berniat sholat atas jenazah-jenazah ini sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Setelah Takbiratul Ihram (Takbir pertama), bacalah surat Al-Fatihah. Tidak perlu membaca surat pendek lainnya setelah ini.
2. Takbir Kedua
Setelah imam mengucapkan takbir kedua, Anda membaca Shalawat Nabi. Bacaan minimalnya adalah:
Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad.
Namun lebih utama jika Anda membaca Shalawat Ibrahimiyah yang biasa kita baca saat tahiyat akhir sholat fardhu.
3. Takbir Ketiga
Pada takbir ketiga kita mendoakan jenazah. Karena di Masjidil Haram jenazahnya seringkali campuran (laki-laki, perempuan, dan anak-anak), Anda bisa menggunakan doa umum (jamak) atau doa standar untuk mayit laki-laki.
Doa Singkat: Allahummaghfir lahum warhamhum wa ‘aafihim wa’fu ‘anhum.
Artinya: “Ya Allah ampunilah mereka, rahmatilah mereka, selamatkanlah mereka, dan maafkanlah kesalahan mereka.”
4. Takbir Keempat dan Salam
Setelah takbir keempat Anda bisa membaca doa lagi atau langsung diam sejenak menunggu salam. Doa yang umum dibaca adalah:
Allahumma laa tahrimnaa ajrahum wa laa taftinnaa ba’dahum waghfir lanaa wa lahum.
Artinya: “Ya Allah janganlah Engkau halangi kami dari pahala mereka, janganlah Engkau fitnah kami sepeninggal mereka, dan ampunilah kami dan mereka.”
Setelah itu Imam akan mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri. Anda pun mengikuti gerakan salam tersebut dengan menoleh ke kanan dan ke kiri.
Keutamaan bagi Jamaah Umrah
Mengikuti sholat jenazah di Masjidil Haram memiliki nilai ganda. Pertama adalah pahala mensholatkan jenazah itu sendiri. Kedua adalah pelipatgandaan pahala karena dilakukan di tanah haram. Kami selalu mengingatkan jamaah travel umroh kami untuk tidak buru-buru keluar masjid. Luangkan waktu kurang dari lima menit ini untuk investasi akhirat yang luar biasa besar.
Kesimpulan
Sholat jenazah di Masjidil Haram dan Nabawi adalah ladang pahala yang sangat mudah untuk kita raih. Dengan memahami tata caranya yang sederhana yakni empat takbir tanpa ruku’ dan sujud, Anda bisa memaksimalkan ibadah selama berada di Tanah Suci. Pastikan Anda selalu siap dalam kondisi suci setelah sholat fardhu untuk mengikuti ibadah mulia ini.









