Dalam ibadah haji, lempar jumrah adalah salah satu rangkaian wajib yang dilakukan di Mina. Ritual ini melambangkan penolakan terhadap godaan setan, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS. Namun, sering kali muncul pertanyaan di kalangan jamaah, apakah lempar jumrah boleh diwakilkan?
Pertanyaan ini relevan, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau kondisi tertentu. Artikel ini akan menjelaskan hukum, syarat, dan tata cara badal lempar jumrah.
Hukum Badal Lempar Jumrah
Menurut pandangan mayoritas ulama, lempar jumrah boleh diwakilkan dalam kondisi tertentu. Hukum ini didasarkan pada prinsip syariat yang memudahkan umat Islam dalam menjalankan ibadah.
Badal lempar jumrah diperbolehkan bagi jamaah yang tidak mampu melakukannya sendiri, seperti lansia, orang sakit, atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Misalnya, seseorang yang lemah karena usia tua atau sedang dalam kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk berdesakan di lokasi jumrah dapat meminta orang lain untuk mewakilkannya.
Namun, ada syarat yang harus dipenuhi. Orang yang mewakili harus sudah melaksanakan lempar jumrah untuk dirinya sendiri terlebih dahulu. Selain itu, niat untuk mewakili harus jelas, dilakukan dengan ikhlas, dan sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan. Ulama sepakat bahwa badal ini bukanlah kebiasaan umum, melainkan pengecualian untuk keadaan darurat. Baca juga: Tata Cara Lempar Jumrah dari Jadwal Hingga Urutannya
Syarat dan Tata Cara Badal Lempar Jumrah
Agar badal lempar jumrah sah, ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan.
- Orang yang diwakili harus benar-benar tidak mampu melaksanakan lempar jumrah, baik karena alasan kesehatan, usia, atau faktor lain yang dibenarkan syariat.
- Wakil yang ditunjuk harus memahami tata cara lempar jumrah dengan benar.
- Niat harus diucapkan dengan jelas, misalnya, “Saya melempar jumrah ini atas nama fulan.”
Tata caranya sendiri tidak berbeda dari lempar jumrah biasa. Wakil harus mengambil batu di Muzdalifah atau tempat lain yang diperbolehkan, lalu melemparkan tujuh batu ke masing-masing jumrah (Aqabah, Wustha, dan Ula) sesuai waktu yang ditentukan, yaitu pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (untuk nafar tsani). Setiap lemparan disertai takbir, dan doa yang dianjurkan dibaca untuk memohon kebaikan dan perlindungan dari godaan setan.
Niat dan Doa dalam Badal Lempar Jumrah
Niat merupakan syarat utama dalam badal lempar jumrah, karena ibadah ini harus dilakukan dengan kesadaran penuh untuk mewakili orang lain. Wakil harus mengucapkan niat dengan jelas dalam hati sebelum melempar jumrah. Contoh niat dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya adalah sebagai berikut:
Arab:
نَوَيْتُ رَمْيَ الْجِمَارِ عَنْ فُلَانٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu ramya al-jimari ‘an fulan lillahi ta’ala Pelajari lebih lanjut tentang: Panduan Lengkap Umrah Arbain: Cara Melaksanakan dan Manfaatnya
Artinya:
Saya berniat melempar jumrah atas nama fulan karena Allah Ta’ala.
Niat ini diucapkan dalam hati dengan menyebutkan nama orang yang diwakili, misalnya “fulan” diganti dengan nama jamaah yang diwakilkan. Pastikan niat ini tulus dan tidak bercampur dengan niat lain.
Meskipun tidak ada doa wajib saat melempar jumrah, wakil dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah:
Arab:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا Baca juga: Ihram Adalah: Pengertian, Tata Cara, dan Larangannya
Latin:
Allahumma ij’alhu hajjan mabrura wa dzanban maghfura
Artinya:
Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.
Doa ini dapat dibaca untuk memohon agar ibadah haji diterima dan orang yang diwakili mendapat keberkahan. Wakil juga bisa menambahkan doa pribadi yang sesuai dengan kebutuhan.
Kesimpulan
Lempar jumrah boleh diwakilkan dalam kondisi tertentu, seperti sakit atau keterbatasan fisik, dengan syarat wakil telah melaksanakan lempar jumrah untuk dirinya sendiri dan niat dilakukan dengan benar. Tata cara badal tidak berbeda dari lempar jumrah biasa, hanya saja niatnya ditujukan untuk orang yang diwakili. Dengan memahami hukum, syarat, dan tata cara ini, Anda dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang dan sesuai syariat, meskipun menghadapi keterbatasan.
Jika Anda sedang merencanakan ibadah haji dan membutuhkan panduan terpercaya, Tabina Tour Travel siap membantu. Dengan pengalaman bertahun-tahun, Tabina menawarkan pelayanan haji yang profesional, memastikan setiap langkah ibadah Anda berjalan lancar dan penuh makna. Hubungi Tabina Tour Travel untuk informasi lebih lanjut dan wujudkan perjalanan haji yang nyaman dan berkesan.









