Di tengah dinamika kehidupan dan tantangan ekonomi saat ini, ikhtiar lahiriah dalam mencari rezeki tentu harus diimbangi dengan ikhtiar batiniah. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk senantiasa menyandarkan segala urusan hanya kepada Allah SWT. Salah satu amalan dahsyat yang telah diwariskan oleh Rasulullah SAW dan para ulama untuk melancarkan pintu rezeki adalah dengan rutin membaca Surat Al-Waqiah.
Namun, tahukah Anda bahwa keberkahan amalan ini akan semakin sempurna jika ditutup dengan munajat yang tepat? Membaca doa setelah membaca Surat Al Waqiah merupakan penyempurna dari ikhtiar spiritual kita.
Sebagai sahabat perjalanan spiritual Anda, Tabina Tour tidak hanya berkomitmen mendampingi langkah fisik Anda menuju Baitullah, tetapi juga mendukung pengayaan iman Anda sehari-hari. Pada artikel ini, kita akan membahas secara mendalam bacaan doa setelah membaca Surat Al Waqiah lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta keutamaannya.
Mengapa Harus Membaca Doa Setelah Surat Al Waqiah?
Surat Al-Waqiah (surat ke-56 dalam Al-Qur’an) secara luas dikenal oleh umat Islam sebagai “Surat Kekayaan”. Hal ini bukan tanpa dasar, melainkan merujuk pada berbagai riwayat yang menyebutkan bahwa siapa pun yang membacanya tidak akan ditimpa kefakiran.
Membaca doa khusus setelah menyelesaikannya adalah bentuk tadharru’ (merendahkan diri) kepada Allah. Setelah kita memuji Allah dan membaca firman-Nya tentang penciptaan, rezeki, dan hari akhir dalam surat tersebut, kita menggunakan momen mustajab itu untuk memohon kelapangan rezeki dan perlindungan dari kemiskinan yang merendahkan martabat.
Bacaan Doa Setelah Membaca Surat Al Waqiah
Terdapat beberapa variasi doa yang sering diajarkan oleh para ulama salafus shalih setelah merampungkan Surat Al-Waqiah. Berikut adalah dua versi doa yang paling mahsyur dan mudah untuk Anda amalkan.
Doa Memohon Kelapangan Rezeki dan Kehormatan Diri
Doa ini merupakan salah satu yang paling sering dibaca. Maknanya sangat mendalam, memohon agar kita tidak dihinakan oleh kemiskinan dan tidak bergantung kepada selain Allah.
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ صُنْ وُجُوْهَنَا بِالْيَسَارِ، وَلَا تُوْهِنَّا بِالْإِقْتَارِ ، فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِي رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَ خَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ أَعْطَانَا وَنُبْتَلَى بِذَمٍ مَنْ مَنَعَنَا وَأَنْتَ مِنْ وَرَاءِ ذَلِكَ كُلِّهِ أَهْلُ الْعَطَاءِ وَالْمَنْعِ.
اللَّهُمَّ كَمَا صُنْتَ وُجُوْهَنَاعَنِ السُّجُودِ إِلَّا لَكَ فَصُنَّا عَن الْحَاجَةِ إِلَّا إِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللَّهُمَّ أَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Bacaan Latin:
Allahumma shun wujuhana bil yasar wala tuhinnna bil iqtar fanastarziqa thalibi rizqika wa nastathifa syirara khalqika wa nasytaghila bihamdi man athana wa nubtala bi dzammi man mana’ana wa anta min warai dzalika kullihi ahlul ‘athai wal man’i.
Allahumma kama shunta wujuhana ‘anis sujudi illa laka fa shunna ‘anil hajati illa ilaika bijudika wa karamika wa fadhlika ya arhamar rahimin.
Allahumma aghnina bi fadl-lika ‘amman siwaka, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya:
“Ya Allah, jagalah wajah kami dengan kekayaan, dan jangan lemahkan kami dengan kemiskinan sehingga kami harus mencari rezeki dari para pencari rezeki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berperangai buruk, dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami. Padahal, Engkau di balik semua itu adalah yang berwenang untuk memberi atau tidak memberi.
Ya Allah, sebagaimana Engkau menjaga wajah kami dari sujud kepada selain-Mu, jagalah pula kami dari keperluan selain kepada-Mu, dengan kedermawanan-Mu, kemurahan-Mu, dan karunia-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang.
Ya Allah, cukupkanlah kami dengan karunia-Mu sehingga tidak merasa butuh kepada siapa pun selain-Mu. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Baginda Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya.”
Doa Tawassul dengan Surat Al Waqiah
Doa versi kedua ini lebih ringkas dan berfokus pada permohonan melalui wasilah (perantara) rahasia dan keagungan Surat Al-Waqiah itu sendiri.
Tulisan Arab:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِحَقِّ سُوْرَةِ الْوَاقِعَةِ وَأَسْرَارِهَا أَنْ تُيَسِّرَلِيْ رِزْقِيْ كَمَا يَسَّرْتَهُ لِكَثِيْرٍ مِنْ خَلْقِكَ يَا اَلله يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Bacaan Latin:
Allahumma inni as-aluka bihaqqi suuratil waaqi’ah wa asroorihaa an tuyassiroli rizki kamaa yassartahu li katsiirin min kholqika yaa Allah yaa robbal ‘aalamiin.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan kebenaran surat Waqiah dan rahasia-rahasianya, agar Engkau berkenan memudahkan rezekiku sebagaimana Engkau memudahkannya bagi kebanyakan makhluk-Mu, ya Allah, ya Tuhan semesta alam.”
Waktu Terbaik Membaca Surat Al Waqiah dan Doanya
Untuk mendapatkan fadhilah yang maksimal, konsistensi (istiqomah) jauh lebih penting daripada kuantitas yang dilakukan sesekali. Para ulama menganjurkan beberapa waktu istimewa untuk membaca Surat Al Waqiah:
- Setelah Shalat Ashar atau Maghrib: Menjelang pergantian hari (masuknya waktu malam) adalah saat yang tenang untuk bermunajat.
- Setelah Shalat Isya: Sebuah hadits riwayat Baihaqi menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka ia tidak akan tertimpa kemiskinan selamanya.” Membacanya sebelum tidur sangat dianjurkan.
- Setelah Shalat Subuh: Pagi hari adalah waktu di mana rezeki dibagikan. Memulai hari dengan Al-Waqiah akan memberikan keberkahan pada setiap aktivitas pekerjaan yang Anda lakukan hari itu.
Keutamaan Istiqomah Mengamalkan Surat Al Waqiah
Menjadikan Surat Al Waqiah sebagai wirid harian mendatangkan berbagai manfaat luar biasa bagi kehidupan seorang mukmin, di antaranya:
- Dijauhkan dari Kefakiran: Seperti kisah sahabat Abdullah bin Mas’ud yang menolak diberi harta oleh Khalifah Utsman bin Affan saat ia sakit menjelang wafat. Ia tidak khawatir putri-putrinya jatuh miskin karena telah mewariskan amalan membaca Surat Al Waqiah setiap malam kepada mereka.
- Menenangkan Jiwa dan Pikiran: Ayat-ayat dalam surat ini mengingatkan kita tentang kebesaran Allah atas rezeki, tanaman, air, dan api. Pemahaman ini membuat hati lebih tenang dan tidak mudah stres memikirkan urusan dunia.
- Meningkatkan Rasa Syukur: Dengan mengingat balasan surga bagi Ashabul Yamin (golongan kanan) dan As-Sabiqun (orang-orang yang terdahulu beriman), kita akan lebih termotivasi untuk mencari rezeki yang halal dan thayyib.
Tips Membangun Kebiasaan Membaca Al Waqiah
Membangun kebiasaan baru memang membutuhkan niat yang kuat. Berikut tips ringan dari Tabinatour agar Anda bisa istiqomah:
- Mulai dari Niat yang Benar: Niatkan membaca untuk mendekatkan diri kepada Allah, rezeki yang lancar adalah bonus dari-Nya.
- Gunakan Pengingat (Alarm): Pasang alarm di ponsel Anda pada waktu yang Anda pilih (misal: jam 20.00 setiap malam).
- Baca Bersama Keluarga: Jadikan rutinitas membaca Al-Qur’an bersama keluarga di ruang tengah. Selain mendapat pahala, ini mempererat ikatan keluarga.
Penutup
Rezeki sudah diatur dengan takaran yang paling sempurna oleh Allah SWT. Tugas kita sebagai manusia hanyalah berikhtiar dengan bekerja keras (ikhtiar bumi) dan berdoa dengan sungguh-sungguh (ikhtiar langit). Dengan merutinkan bacaan doa setelah membaca Surat Al Waqiah, semoga Allah SWT senantiasa melapangkan rezeki kita, menjauhkan dari kefakiran, dan memberkahi setiap langkah kehidupan kita.
Apabila kelapangan rezeki itu telah menghampiri, jangan lupa untuk menyempurnakan rukun Islam Anda atau meluangkan waktu untuk berziarah ke Tanah Suci. Tabinatour siap menjadi mitra perjalanan ibadah Umrah dan Haji Anda, memberikan layanan amanah dan profesional agar ibadah Anda mabrur dan penuh makna. Mari bersama-sama meraih kekayaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat!









